Rabu, 05 September 2012

Tersangka Firman Alumni Ponpes Ngruki

JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)  
By: Anto.  

-  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar menyatakan, Firman, terduga teroris merupakan  Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Firman menempuh studi di lembaga pendidikan itu bersama dua rekannya yang lain, Farhan dan Muchsin.

"Muchsin, Firman dan Farhan juga sama-sama berasal dari Ponpes Ngruki. Yang bukan alumni adalah Bayu," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 5 September 2012.

Firman, menurut Boy, memang termasuk buronan yang sudah dicari. Pada saat terduga lainnya terdeteksi, Firman diketahui kabur ke Jawa Barat, yakni dari Bandung, Tasik Malaya kemudian Depok.

"Infonya di Jabar (Bandung) ini adalah domisili dari orang tuanya. Dalam kapasitas ini, Firman termasuk tersangka bersama dengan Bayu. Keterangannya nanti dapat kami gali lebih jauh," jelasnya.

Meski demikian, Polri tidak akan menjerat pemilik rumah yang diketahui bernama Nasuha. Karena mereka dinilai tidak tahu menahu jika rumahnya dijadikan tempat persembunyian Firman.

"Bapak Nasuha adalah keluarga dekat orang tua Firman. Kita tidak melihat keterkaitan, hanya ingin cari tempat yang aman. Di dalam rumah hanya ada keluarga Pak Nasuha saja," ujarnya.

Sementara itu, polisi akan terus melakukan penyelidikan terhadap barang bukti yang berhasil disita yaitu, sebuah laptop dan ponsel milik Firman.

"Kita harap dari laptop yang disita akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melibatkan tim cyber forensik terhadap aktivitas di dunia maya," lanjutnya.

Seperti diketahui, Firman berhasil ditangkap pagi tadi oleh tim Densus 88 di sebuah rumah, di Blok F2 Nomor 9, Perumahan Taman Anyelir 2, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kodya Depok, Jawa Barat. Dia diduga menjadi bagian penting dari aksi teror di Solo, Jawa Tengah belakangan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar