Senin, 13 Agustus 2012

Dirut Jamsostek: Rumah Sakit Khusus Pekerja Dibangun Tahun Depan

JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)  
By: Tommy.H.  

-  Rumah sakit khusus pekerja akan dibangun pada 2013. Janji itu dilontarkan  Dirut PT Jamsostek Elvyn G. Masassya, dalam keterangannya, akhir pekan lalu.
Pembangunan rumah sakit pekerja tersebut, kata Elvyn,  merupakan bagian dari rencana BUMN itu sebelum bertransformasi menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Usulan pembangunan RS Pekerja itu sempat dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat meresmikan Rumah Sususan Sewa Sejahtera di Batam, beberapa bulan lalu.    Ide pembangunan RS Pekerja juga sempat terlontar saat Jacob Nuwa Wea menjadi Menakertrans di era Presiden Megawati.
Namun Elvyn tidak merinci rencana dimana rumah sakit pekerja tersebut akan dibangun.

Pada bagian lain,  dia menjelaskan bahwa secara garis besar dia ingin membentuk PT Jamsostek sebagai lembaga berlayanan “excelent” dengan sumber daya manusia “excelent” pula.    Karena itu, dia akan mempersiapkan sumber daya yang ada melalui program pelatihan dan pendidikan lanjutan bagi pegawai.

Menurutnya,  hal itu diperlukan karena tugas utama direksi baru adalah  mengawal proses transformasi dari BUMN menjadi BPJS yang merupakan lembaga publik.    “Kami juga akan membantu dan mendukung proses penyusunan peraturan pelaksana UU BPJS, seperti peraturan pemerintah dan petunjuk teknis lainnya,” kata Elvyn.

Guna  mendukung proses transformasi tersebut, BUMN itu akan membuka outlet pelayanan di 440 kabupaten kota untuk memperbesar dan mempermudah akses pekerja pada program jaminan sosial.
Pada 1 Juli 2015, PT Jamsostek akan berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang melaksanakan program Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja.

Pada kesempatan itu dia juga memperkenalkan jajaran direksi baru, yakni Direktur Umum dan SDM Amri Yusuf, Direktur Renbang dan Informasi Agus Supriyadi, Direktur Kepesertaan Junaedi, Direktur Pelayanan Achmad Riadi, Direktur Investasi Jeffry haryadi PM dan Direktur Keuangan Herdy Trisanto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar