Sabtu, 25 Februari 2012

Bakal Diungkap, Rahasia agar Indonesia Sukses

JAKARTA, (TRIBUNEKOMPAS)
By: Tommy.


- Pada tahun 1960-an, posisi Ghana dan Korea Selatan sama sebagai negara yang perekonomiannya terbelakang. Namun Korea Selatan bisa melakukan lompatan jauh ke depan menjadi negara yang maju dan kuat, meninggalkan negara-negara lainnya karena memiliki budaya unggul.

"Budaya yang dimiliki rakyat Korea Selatan adalah sikap bekerja keras, hemat dan rajin menabung," kata Aan Rukmana, Ketua Harian Nabil Society, Sabtu (25/2/2012) di Jakarta. Sebaliknya sebagian besar masyarakat Ghana memiliki sikap bermalas-malasan, boros, dan tidak suka menabung.

Berkaca dari kasus tersebut, Indonesia yang memiliki banyak suku dan sekitar 300 bahasa, memiliki potensi besar untuk maju.

Selain kebudayaanya yang unggul sejak dahulu kala, wilayahnya juga luas. Misalnya jarak antara Aceh-Papua, setara dengan dari Iran sampai Perancis. Ini masih ditambah lagi dengan kekayaan alamnya yang sangat melimpah berupa tambang emas, batubara, gas, panas bumi, aneka tumbuhan dan satwa yang sangat unik.

Mengapa Indonesia tak kunjung maju dan kunci apa sajakah yang bisa membuat Indonesia maju, bakal diungkap dalam seminar bertajuk "Cross Cultural Fertilization: Sebuah Strategi Kebudayaan" atau penyerbukan silang budaya untuk kemajuan Indonesia.

Seminar ini akan diselenggarakan di Universitas Paramadina Jalan Gatot Subroto, pada Selasa hari, 28 Februari 2012 mendatang pukul 09.30-12.00.

Sejumlah pembicara akan menyampaikan pandangannya seperti sejarawan senior Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) Prof Dr Taufik Abdullah, Wakil Pemimpin Umum Kompas St Sularto, dan budayawan Nirwan Ahmad Arsuka.

Seminar yang diadakan Nabil Society, Paramadina dan Kompas ini terbuka untuk umum. "Kita harus yakin bahwa Indonesia bisa maju dan disegani bangsa lain," kata anggota Dewan Pakar Yayasan Nabil, Didi Kwartanada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar