Selasa, 22 Januari 2013

Warga Komunitas Bali Mengungsi Akibat Kerusuhan Sumbawa

SUMBAWA BESAR, (TRIBUNEKOMPAS)  
By: Tommy.  

-  Lebih dari 3.000 warga komunitas Bali di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat mengungsi ke markas Kodim Sumbawa dan Kompi A Sumbawa Besar akibat rusuh yang terjadi sejak pukul 10.00 WITA, Selasa 22 Januari 2013. Mereka juga mengungsi ke desa-desa tetangga.


Sebagian besar warga keluar dari rumah mereka hanya dengan pakaian yang melekat di badan. Mereka tak sempat menyelamatkan harta mereka. "Iya. Warga yang ketakutan mengungsi ke Kodim," kata Komandan Kodim  Sumbawa 1606 Agus Supriyanto kepada wartawan.

Juru bicara Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Wiryawan mengatakan para pengungsi kerusuhan ini membutuhkan makanan dan minuman. Daerah pengungsian yang dituju, yakni di markas-markas TNI dan asrama Brimob di Labuan.

Wakil Gubernur NTB Badrul Munir dan Kepala Kepolisian Daerah NTB Brigadir Jenderal Mochammad Iriawan malam ini mengadakan pertemuan dengan seluruh jajaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan ulama untuk membahas kerusuhan.

Badrul sangat menyayangkan terjadinya kerusuhan yang menimbulkan katakutan dan kerugian yang cukup besar. "Warga masyarakat jangan mudah terprovokasi," ujar
Badrul di Markas Polres Sumbawa.

Badrul mengatakan pemerintah saat ini baru bisa memberikan bantuan makanan dan minum untuk para pengungsi. "Pemda NTB dan aparat keamanan sementara berkoordinasi untuk merehabilitasi pengungsi," ujar Badrul.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribunekompas, kerusuhan ini dipicu oleh isu adanya oknum polisi asal Bali yang diduga memperkosa seorang mahasiswi warga Desa Brang Rea, Moyo Hulu, pada Senin pagi kemarin. Insiden itu mengakibatkan korban tewas. Isu tersebut membuat warga marah. Mereka membakar puluhan rumah dan satu pura yang digunakan warga komunitas Bali. Kerusuhan bahkan kemudian merembet ke pusat bisnis di Sumbawa Besar.

Informasi ini berbeda dengan versi Kepolisian. Iriawan menguraikan bahwa personel polisi bernama I Gede Eka Swarjana berboncengan dengan pacarnya, Arniati. Mereka melaju dari Kanar menuju arah Sumbawa.

Sesampainya di dekat tambak udang Desan Empang, Desa Lab Badas, sepeda motor selip dan jatuh ke kanan yang menyebabkan Arniati tewas. "Jadi yang sebenarnya adalah laka lantas mengakibatkan meninggal dunia," kata Iriawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar