Selasa, 07 Februari 2012

Menaikkan Harga adalah Pilihan Terbaik?

JAKARTA, (TRIBUNEOMPAS)
By: Parman.



- Rencana pemerintah membatasi penggunaan BBM bersubsidi (premium dan solar) mulai April 2012, kemungkinan barubah. Pilihan terbaik adalah menaikkan harga premium dan solar. Pasalnya, pemerintah tidak perlu mempersiapkan infrastruktur. Hal itu dikemukan oleh pelaku industri otomotif.

"Menaikkan harga pasti menimbulkan akibat. Kendati demikian, akibatnya tidak separah membatasinya untuk kendaraan pelat hitam," komentar Johnny Darmawan, Ketua III GAIKINDO. Lebih lanjut dikemukakan, pemerintah sekarang harus menghitung besar kenaikan harga yang bisa "diterima" oleh masyarakat. Usulan berdasarkan hasil kajian, berkisar Rp 500 -1.500 per liter. Atau menaikkan harga secara bertahap untuk mencegah masyarakat guncang.

Opsi kenaikan BBM bersubsidi dipastikan akan berpengaruh terhadap perkembangan industri otomotif nasional. Salah satu yang terberat, target untuk mencapat penjualan sejut unit yang ditunggu kalangan industriawan dan investor asing bisa molor. Pasalnya, kenaikan harga BBM akan memicu inflasi, perusahaan harus menaikkan gaji karyawan. Keinginan membeli kendaraan ditunda sampai konsumen yakin, sudah mampu membayar sesuai dengan kondisi keuangan terbaru.

"Kita berkiblat ke 2005, disaat pemerintah menaikkan premium lebih dari 100 persen. Pada empat bulan pertama pasar drop 40 persen. Namun, kali ini pengaruhnya tak akan sebesar itu. Pengguna premium seperti pemilik Avanza-Xenia bukan dari keluarga kaya banget, mereka pasti kaget," beber Johnny, yang juga Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM).

Rencana pemerintah membatasi penggunaan BBM, sudah diantisipasi Pertamina dengan mempersiapkan SPBU di Jawa-Bali untuk mendistribusikan Pertamax. "Kita terus ikuti perkembangan pemerintah, sambil mempersiapkan infrastruktur. Kalau pemerintah memutuskan mulai membatasi BBM besok, kami siap," tegas Basuki Trikora Putra, Wakil Presiden Pemasaran Bensin Ritel Pertamina.

Trikora menjelaskan, saat ini terdapat 2.091 SPBU di wilayah Jawa-Bali yang sudah menjual Pertamax. Masih ada 707 SPBU, dialihkan dari Premium menjual Pertamax. Proses pengalihan hanya 2-3 hari. Kendati demikian, masih ada 280 SPBU yang butuh investasi baru untuk menjual Pertamax.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar