JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS.
By: ANTO.
- Tas hitam milik tersangka korupsi proyek wisma atlet SEA Games XXVI di Palembang Muhammad Nazaruddin dibuka di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada saat konferensi pers pada Sabtu malam, 13 Agustus 2011. Tas itu berisi 16 item barang, salah satunya flash disk.
Apa isi flash disk itu, sampai sekarang masih misteri. Pimpinan KPK M. Jasin yang dikonfirmasi mengatakan belum mengetahuinya. "Itu ada di penyidik," kata Jasin, Ahad, 14 Agustus 2011.
Namun ketika dikonfirmasi apakah isi flash disk itu sudah diperiksa oleh penyidik atau belum, Jasin pun mengaku belum mengetahuinya. "Penyidik belum melaporkannya ke pimpinan, mungkin Senin nanti," katanya.
Isi flash disk mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu menjadi penting untuk diketahui. Selama menjadi buron Interpol atas permintaan KPK, Nazar membeberkan beberapa koleganya di DPR yang diduga menerima uang dari proyek. Mereka di antaranya Angelina Sondakh, Mirwan Amir, dan I Wayan Koster, serta Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Keempatnya berkali-kali membantah tuduhan itu.
Nazar pun membeberkan dugaan pelanggaran kode etik para pimpinan KPK, satu di antaranya adalah Chandra M. Hamzah yang disebut pernah berkunjung ke rumahnya pada 2009 dan menerima duit dari seorang pengusaha untuk suatu kasus yang sedang diusut Komisi Antikorupsi. Chandra yang pernah dikonfirmasi membantah tuduhan anggota Komisi Energi DPR ini.
Nazar mengklaim punya bukti atas semua tuduhannya. Pada suatu wawancara melalui Skype yang ditayangkan di salah satu televisi swasta, Nazar menunjukkan flash disk dan compact disk yang menyimpan bukti atas tuduhannya itu.
Namun menjadi tanda tanya, di mana flash disk dan cd tersebut? Pada saat konferensi pers, tak ditegaskan jika flash disk yang disita itu sama dengan barang yang diperlihatkan Nazar saat wawancara.
Saat Nazar ditangkap di Cartagena, Kolombia, pada 7 Agustus lalu, Interpol mengamankan tas yang dibawanya, lalu diserahkan ke Duta Besar Indonesia di sana. Anggota tim penjemput Nazar, Arief, saat konferensi pers mengatakan tas itu masih dalam keadaan tersegel semenjak dari Kolombia. Sebelum disegel, tas sudah diambil gambarnya. Proses penyegelan tas bermerek Dunhill itu dilakukan di depan Duta Besar RI untuk Kolombia Michael Manufundu disaksikan dua orang dari kedutaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar