Selasa, 16 Agustus 2011

SBY: Indonesia Bisa Masuk 10 Negara Besar Dunia

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS.
By: TOMMY.


- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara dengan skala ekonomi 10 terbesar di dunia dalam dua hingga tiga dasawarsa mendatang. Tak hanya dalam skala ekonomi, tapi juga negara demokrasi.

Saat ini, misalnya, Indonesia tercatat sebagai negara dengan skala ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia juga telah tampil sebagai salah satu negara demokrasi yang paling stabil dan mapan di Asia, bahkan juga sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

"Semua prestasi yang kita capai dalam tahun-tahun terakhir ini menegaskan satu kepercayaan bahwa jalan menuju masa depan yang lebih baik berada di depan mata," kata Presiden SBY dalam pidato kenegaraann di Gedung MPR/DPR Jakarta, Selasa, 16 Agustus 2011. " Semua itu untuk kita jalani bersama"

Menurut SBY, kini banyak pihak yang menyebut Indonesia sebagai emerging economy, bukan ekonomi dunia ketiga yang selama lebih dari 60 tahun selalu diasosiasikan dengan negara kita. Presiden merujuk periode 1998-1999 sebagai saat yang kritis dalam sejarah Indonesia.

Saat itu, fenomena negara gagal dan bangkrut berada di depan mata. Pertumbuhan ekonomi saat itu negatif karena mengalami kontraksi. Hampir semua lembaga keuangan dan perbankan kehilangan kepercayaan dari pelaku pasar dalam dan luar negeri.

"Kita juga menghadapi konflik komunal berbasis etnik dan agama di sejumlah daerah dan sama seriusnya dengan semua itu, kita juga menghadapi ancaman disintegrasi teritorial," katanya.

Namun, kata dia, setelah sepuluh tahun era reformasi, Indonesia berhasil melewati arus sejarah yang tidak mudah. "Kita mampu menjawab tantangan jaman dan tuntutan rakyat untuk melakukan perubahan-perubahan yang fundamental," katanya.

Menurut SBY, persepsi diri tentang negara gagal sesungguhnya telah sirna, setelah kita berhasil sepenuhnya keluar dari krisis multidimensional yang berlangsung selama 1998-1999. Indonesia bukan negara yang berada di bibir jurang kegagalan dan kebangkrutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar