JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS. By: ANTO.
-Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim stok daging selama Ramadhan dan Lebaran masih aman.
Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, persediaan daging selama tiga bulan ke depan untuk konsumsi masyarakat sampai September sangat mencukupi. Saat ini persediaan mencapai 28 ribu ton.
Selain itu, pihaknya juga akan menambah pasokan daging sebanyak 7.000 ton untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan daging selama Ramadhan.
Berdasarkan pantauannya, kebutuhan daging secara nasional setiap bulan baru mencapai 7.000 ton. Karena itu, Suswono berani menjamin pasokan daging sampai Lebaran akan mencukupi.
“Masyarakat tidak perlu cemas karena tidak akan ada kelangkaan pasokan daging,” katanya.
Ia juga menegaskan, penghentian impor daging sapi yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Australia tidak berpengaruh kepada produksi sapi secara nasional. Pasalnya, kualitas dan jumlah daging sapi lokal dengan impor tidak kalah.
Menurutnya, sapi impor yang berasal dari Australia akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan daging pasca Lebaran. Ke depan, diharapkan seluruh kebutuhan daging nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri sehingga tidak perlu impor.
Suswono menjelaskan, saat ini kebutuhan daging sapi nasional sebesar 430 ribu ton dan stok sapi hidup atau bakalan 124 ribu ekor (setara 180 kilogram per ekor).
Ia juga menegaskan, kontribusi impor sapi asal Australia bakal dikurangi untuk mendukung swasembada sapi dan volume impor akan dijaga di tingkat 10 persen dari saat ini yang masih 30 persen.
Dari sensus ternak terakhir secara nasional, ada sekitar 15 juta sapi potong, sementara kebutuhan per tahun hanya 2,5 juta ekor sapi.
“Dengan hasil sensus ini ternyata potensi sapi lokal untuk suplai kebutuhan masyarakat sangat tinggi,” tandasnya.
Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Feedloter Indonesia (Apfindo) Joni Leano mengatakan, saat ini stok sapi impor dari Australia sebesar 124 ribu ekor dan pasokan dari dalam negeri mencapai 145 ribu ekor. Sedangkan kebutuhan daging sapi selama Ramadhan hingga H-2 Lebaran sebanyak 120 ekor.
Data Apfindo menunjukkan, saat ini harga sapi di dalam negeri sebesar 2,6-2,7 dolar AS per kilogram atau lebih mahal dibandingkan harga sapi impor yang hanya 1,9 dolar AS per kilogram.
Ia juga mengatakan, sapi impor asal Australia akan masuk kembali bulan ini, karena tim audit sudah menyatakan tiga rumah potong hewan sudah dinyatakan memenuhi standart animal welfare.
Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengapresiasi pemerintah jika konsisten mengurangi secara bertahap jumlah impor sapi. Kini pihaknya tengah mencari satu kebijakan yang tidak mengganggu gairah para peternak sapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar