Senin, 08 Agustus 2011

Mentan Jamin Stok Daging Aman

JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS.
By: ANTO.


-Kementerian Pertanian (Ke­men­tan) mengklaim stok daging selama Ramadhan dan Lebaran masih aman.

Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, perse­dia­an daging selama tiga bulan ke de­pan untuk konsumsi masya­rakat sampai September sangat men­­cukupi. Saat ini persediaan men­capai 28 ribu ton.

Selain itu, pihaknya juga akan menambah pasokan daging se­banyak 7.000 ton untuk mengan­tisipasi meningkatnya per­min­taan daging selama Ramadhan.

Berdasarkan pantauannya, ke­butuhan daging secara nasional se­tiap bulan baru mencapai 7.000 ton. Karena itu, Suswono berani men­jamin pasokan daging sam­pai Lebaran akan mencukupi.

“Masyarakat tidak perlu cemas karena tidak akan ada kelangkaan pasokan daging,” katanya.

Ia juga menegaskan, peng­hentian impor daging sapi yang sebe­lumnya dilakukan Peme­rin­tah Australia tidak berpengaruh ke­pada produksi sapi secara na­sional. Pasalnya, kualitas dan jum­lah daging sapi lokal dengan im­por tidak kalah.

Menurutnya, sapi impor yang ber­asal dari Australia akan digu­nakan untuk memenuhi ke­butu­han daging pasca Lebaran. Ke depan, diharapkan seluruh kebutuhan daging nasional dapat dipenuhi dari dalam negeri sehingga tidak perlu impor.

Suswono menjelaskan, saat ini kebutuhan daging sapi nasional sebesar 430 ribu ton dan stok sapi hidup atau bakalan 124 ribu ekor (setara 180 kilogram per ekor).

Ia juga menegaskan, kontri­busi impor sapi asal Australia bakal diku­rangi untuk mendu­kung swa­sembada sapi dan volume impor akan dijaga di ting­kat 10 persen dari saat ini yang masih 30 persen.

Dari sensus ternak terakhir se­cara nasional, ada sekitar 15 juta sapi potong, sementara ke­bu­tuhan per tahun hanya 2,5 juta ekor sapi.

“Dengan hasil sensus ini ter­nyata potensi sapi lokal untuk suplai kebutuhan masyarakat sa­ngat tinggi,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Feedloter Indonesia (Apfindo) Joni Leano menga­takan, saat ini stok sapi impor dari Australia sebesar 124 ribu ekor dan pasokan dari dalam negeri mencapai 145 ribu ekor. Sedang­kan kebutuhan daging sapi sela­ma Ramadhan hingga H-2 Leba­ran sebanyak 120 ekor.

Data Apfindo menunjukkan, saat ini harga sapi di dalam negeri sebesar 2,6-2,7 dolar AS per kilogram atau lebih mahal dibandingkan harga sapi impor yang hanya 1,9 dolar AS per kilogram.

Ia juga mengatakan, sapi impor asal Australia akan masuk kem­bali bulan ini, karena tim audit su­dah menyatakan tiga rumah po­tong hewan sudah dinyatakan meme­nuhi standart animal welfare.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengapresiasi pemerintah jika konsisten me­ngurangi secara bertahap jumlah impor sapi. Kini pihaknya tengah mencari satu kebijakan yang tidak mengganggu gairah para peternak sapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar