JAKARTA, TRIBUNEKOMPAS. By: ANTO.
-Komisi Pemberantasan Korupsi mengklaim telah menerima informasi bahwa Nunun Nurbaetie saat ini mendapat perlindungan di luar negeri. Namun, KPK belum dapat memastikan pihak mana yang melindungi tersangka kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu. "Ada informasi (Nunun dilindungi), tapi kami tidak tahu persis," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas di kantornya, Senin, 25 Juli 2011.
Busyro yang ditanya apakah pihak yang melindungi Nunun itu adalah militer atau kekuatan bersenjata lain, dia hanya berkata, "Tidak jelas, tapi ada yang kawal. Entah itu militer, kita tidak tahu."
Komisi Antikorupsi pada Februari lalu menetapkan Nunun sebagai tersangka cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI pada 2004 lalu yang dimenangkan Miranda Swaray Goeltom. Istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun ini pergi ke luar negeri dua bulan sebelum Imigrasi menerbitkan surat cegah tangkal atas permintaan KPK pada 24 Maret 2010. Dia kini menjadi buron Interpol.
Pada Mei lalu, Komisi Antikorupsi memperoleh informasi bahwa Nunun berada di Bangkok, Thailand. Komisi pun kemudian mengirim tim ke Negeri Gajah Putih itu beserta surat permintaan penangkapan. Permintaan tersebut sampai sekarang belum ditanggapi Kejaksaan Agung Thailand.
Soal keberadaan Nunun saat ini, Busyro juga mengatakan tidak tahu secara pasti. "Lokasinya kami belum tahu," ujarnya. Namun, kata dia, berbagai upaya telah dilakukan KPK untuk menangkap Nunun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar